Warnet Tempat Nongkrong

Disinilah jika ada ide saya curahkan melalui blog atau tulisan, yang sengaja diarsipkan dan saya sharing, semoga bermanfaat! Amien...

My Office

Diruangan inilah semua ide untuk berbisnis dituangkan, kreativitas, integritas dan loyalitas dapat diuji di sini.

The Man Behind The Keyboard

Inilah orang yang berada di belakang blog ini.

My Hobby

Bermanin bilyard... salah satu hobi saya untuk melepaskan kejenuhan.

Korban Amarah

Jangan pernah meniru satu ini, jika anda sedang marah dan kesal.

Tampilkan postingan dengan label Kata Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Intropeksi

Dulu aku egoisme dengan pendapatku yang aku tahu.
Kadang aku langsung memponis mereka salah..
Tanpa berpikir dua kali
Tanpa berpikir siapa diri ini..
Sungguh Sombong cara berpikirnya diri ini

Dulu aku ini suka berdebat..
Bahkan hobi dengan kata pedebatan
Saking hobynya aku suka mencari teman yang berilmu
Dipikiranku dulu cuma ingin sharing dan bertambah ilmu.
Padahal hanya ingin tahu kehebatan mereka.
Dan ingin merasakan kepuasan hati ini atas kemenanganku..

Tapi Sekarang aku sadar
Bahwa prilaku dan sikap seperti itu
Bukan menenangkan hati
Namun sebaliknya membuat hati ini sempit dan keras.
Itu yang kurasakan dulu..
Sungguh Bodohnya diri ini...

Selangkah demi selangkah
Aku berpikir dengan Bijak..
Merenung akan sikapku ini..
Dengan berbekal ilmu yang ku dapat
Dari berbagai guru-guru yang bijak..
Aku sadar dan sangat sadar bahwa itu benar-benar BODOH

So, sekarang aku belajar lebih banyak meraba diri..
Bahwasanya
Siapakah diri ini yang bergerak???...
Siapakah jiwa ini yang bernafas???
Siapakah akal ini yang berfikir???
Siapakah yang melangkahkan kaki ini?
Mungkin pantas aku gelar diri ini si BODOH

Tak sadarkah...
Tanpa Allah diri ini tak akan bergerak..
Tanpa Allah jiwa ini ruh akan berpisah dari badan dan nafaspun berhenti..
Tanpa Allah akal ini tak akan berpikir..
Tanpa Allah segalanya tak ada..

SEKARANG
Koreksi diri lebih di utamakan daripada mengorek-mengorek aib orang lain..
Bukannya jari tangan yang menunjuk ke arah mereka lebih banyak mengarah kepada diri sendiri..
Coba lihat saat menunjuk >>>>>>>>>>
Menunjuk kepada mereka hanya satu, yaitu "jari telunjuk"
kepada diri sendiri tiga, yaitu "kelingking, jari manis, dan jari tengah.
Satunya lagi ke bawah, yaitu JEMPOL.
Tanda ke bawah, harus TAWADHU' dan MALU kapada Allah.

Sungguh pantas dan maklum jika ada orang lain menghinaku, menyakitkanku, membenciku dll karena sikapku demikian....

Jujur aku tak akan menyalahkan mereka,
Tak akan membenci mereka
Apalagi memarahi mereka.. Na'udzubillah...
Sebenarnya diri inilah yang harus disalahkan,
karena diri ini kurang MERABA DIRI (KOREKSI DIRI SENDIRI)...
ASTAGHFIRULLAH... ASTAGHFIRULLAH... ASTAGHFIRULLAHAL'ADZIIM....

Jumat, 13 Juli 2012

Falsafah Bunga Teratai

Anda tahu dan pernah lihat bunga teratai?
Itu bunga yang hidupnya di atas air yang tenang dan kotor, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan dijadikan tempat loncatan kodok. Dengan kondisi yang sedemikian kotorn ya, orang akan menganggapnya sebagai yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup. Tapi tahukah Anda, bunga teratai mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, bertolak belakang dengan lingkungan nya yang kotor.

Dia tampil dengan keindahan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup dengan keindahan dan kebersihan yang demikian tanpa dipengaruhi oleh lingkunganny a yang kotor. Betatapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik. Bahkan lingkungannya yang ingin merusak dirinya, bunga teratai tetap tumbuh dengan indahnya tanpa merusak lingkunga nnya. Kehidup an kita juga ibaratkan bunga teratai, yang hidup di lingkungan yang terkadang dan bahkan tidak bersahabat dengan kita. Tidak jarang, alam sekitar memaksa kita untuk menerima dan menyesuaikan dengan lingkungannya.

Pola Pikir Orang Sukses

PERNAHKAH Anda berpikir, mengapa sebagian orang ditakdirkan menjalani hidup penuh kesuksesan sedangkan yang lainnya tidak? Sukses bukan hanya tentang tingkat pendidikan seseorang, melainkan juga pola pikir yang dia terapkan.

Orang sukses bukan hanya berperilaku berbeda, mereka juga berpikir dengan cara yang berbeda.

Agenda ganda
Orang biasa cenderung berinteraksi dengan berfokus hanya pada tujuan-tujuan pribadi mereka. Orang sukses, di sisi lain, berinteraksi dengan berfokus bukan hanya pada tujuan pribadinya, melainkan juga dengan tujuan orang lain. Itu sebabnya, orang sukses dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dan mengumpulkan lebih banyak dukungan dalam hampir segala hal yang mereka lakukan.

Ketidakpastian
Orang biasa selalu ingin segala hal berjalan sesuai keinginannya, entah itu dalam rapat direksi sampai reuni keluarga. Mereka menjadi cemas dalam menghadapi perubahan dan ketidakpastian. Sementara itu, orang sukses lebih percaya diri. Mereka tahu bahwa mereka pada akhirnya akan mampu menangani situasi apa pun yang terhadi, dan tidak terikat untuk memainkannya sesuai skenario tertentu. Hal ini membuat mereka terlihat lebih tenang, menyenangkan, dan menarik saat bergaul.

Minggu, 03 Juni 2012

Perbedaan Mendasar Orang Kaya dengan Orang Pintar


Kadang-kadang saya berpikir kenapa orang pintar banyak yang gagal? Hmm…. penasaran karena baru kali ini saya sadar kalau saya itu pintar.

Anda juga kemungkinan orang pintar loh…! ga percaya? buktikan sendiri dengan membaca tulisan di bawah ini !

Waktu di kaskus saya melihat thread ini, ini menyadarkan saya betapa pintarnya diriku. Ini tujuh perbedaan dasar antara orang kaya dan orang pintar. Anda termasuk yang mana?

Sabtu, 26 Mei 2012

Mimpi atau Idealisme?

Kita hidup dengan ukuran, mimpi, dan patokan yang sudah kita rancang sedemikian rupa. Buat seseorang misalnya, gelar S1 udah cukup. Tapi, buat orang lain S2 lah yang cukup. Ada yang merasa harus dapat gaji di atas 5 juta, tapi ada yang udah ngrasa cukup dengan gaji 3juta, bahkan ada yang baek2 aja dengan gaji 1 juta. Ada yang mensyaratkan punya pacar yang berambut panjang dan putih, tapi ada yang menempatkan tampang di prioritas ke-sekian dalam daftarnya.

Itu cuma contoh kecil tentang pilihan hidup. Kita punya banyak aspek hidup dan kita menentukan sendiri ukurannya. Tiap orang jelas punya ukuran sendiri-sendiri. Tanpa tidak disadari, semua ukuran itu melebur dalam pikiran kita dan menjadi semacam benda yang ingin kita miliki. Kita merasa puas ketika apa yang kita kerjakan sesuai dengan ukuran tadi karena bagi kita ‘inilah idealnya aku’. Idealku adalah saat melakukan ini, bukan itu. Idealku adalah memiliki yang begitu, bukan yang begini.

Jumat, 25 Mei 2012

Cerita Motivasi Hidup

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu.

Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata " Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?". Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ;namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata.

Dimana Letak Kebahagiaan?

Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan!
Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan!
Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan!
Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran!
Dan sangkaan-sangkaan lain..

Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan.
Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan.
Sebab, kekuasaan memang sebuah kenikmatan dalam kehidupan.
Dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak.
Tapi, betapa banyak manusia yang justru hidup merana dalam kegemilangan kekuasaan.
Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan, setelah kuasa di tangan.
Sebelum memegang kuasa, senyuman sering menghiasai bibirnya.
Namun, setelah kuasa di dalam genggaman, kesulitan dan keresahan justru menerpanya, tanpa henti..

Kanker Otak - Silent Killer

Sebuah penyakit mematikan sering kali mampu mengubah karakter dan pandangan si penderita terhadap dunia dan kehidupan secara keseluruhan. Hal inilah yang saya alami saat ini.

Ketika didiagnosis menderita medulloblastoma, yaitu salah satu tumor otak yang bisa mematikan, Tapi, kondisi ini tak membuat saya patah semangat. Justru di saat-saat inilah saya mampu "merenungkan" kembali tentang segala hal dalam hidupnya. Perenungan tertuang dalam sebuah tulisan di bawah ini!

"Aku bisa saja mati sekarang, tapi aku baru saja tahu kalau aku takkan mati. Di rumah sakit ini, aku harus melakukan perawatan medis seperti radioterapi yang membuat aku harus pergi ke sebuah terowongan silinder selama setengah jam. Ini cukup menakutkan bagi ku.

Sabtu, 19 Mei 2012

Mengeluh ItuTidak Penting

Good article to reflect yourself. Have a blessed day!

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

‘Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!’ 

‘Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan ‘job-des’ gue’ 

‘Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu’.

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?

Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya
kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

‘Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.’

P.S.: Saya bersyukur karena Anda telah membaca artikel ini dan saya akan lebih bersyukur lagi jika Anda memberitahukan tulisan ini ke rekan-rekan Anda sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang lain bersyukur. Saya lebih bersyukur jika anda meninggalkan komentar disini…

Kamis, 17 Mei 2012

Menghargai Diri Sendiri

Menghargai diri sendiri, kedengarannya agak egois ya? Tidak juga. Toh artinya tidak sama dengan narsis. Harga diri seseorang justru bisa meningkatkan nilai-nilai moral dan budaya umat manusia.

Seseorang yang dikenal berperilaku buruk misalnya, sering dinilai merendahkan martabat lingkungan tempat tinggalnya. Faktanya, komunitas yang terdiri dari orang-orang yang mampu menjaga harga dirinya jauh lebih terhormat dari komunitas lain yang terdiri dari orang-orang yang tidak pandai menjaganya. Makanya, orang yang dinilai tidak punya harga diri sering disisihkan dari lingkungan yang baik.

Sekalipun demikian, harga diri seseorang tidak mungkin terbentuk jika dia sendiri tidak menghargainya. Maka setiap orang perlu belajar untuk menghargai dirinya sendiri.

Berapa NIlai Harga Diri?

Harga Diri, siapa yang bisa menilai, kita sendiri atau orang lain ? Dan berapa besaran nilainya, bisakah anda menyebutkan sebuah angka ?

Ketika seseorang mengalami sebuah peristiwa yang sangat mengusik kenyamanannya, terkadang tersulut amarah dengan mengatasnamakan harga diri. Mungkin juga bukan amarah secara langsung tapi amarah yang muncul karena rasa malu yang amat sangat. Tindakan yang muncul sangat beragam, mulai dari yang “ hanya “ mengeluarkan kata-kata yang menusuk perasaan sampai dengan tindakan anarkis sampai pembunuhan. Coba diingat kembali, berapa banyak nyawa melayang karena sebuah harga diri. Berapa banyak orang yang tersakiti perasaannya karena adanya perselisihan yang dipicu oleh harga diri. Berapa pula pertengkaran yang terjadi, entah antara seseorang dengan orang yang lain, orang tua dengan anaknya, pimpinan dengan anak buahnya, suami dengan istrinya dan masih banyak lagi yang lainnya,yang sekali lagi dipicu oleh sebuah harga diri.

Senin, 14 Mei 2012

Izinkan Aku Meminangmu

Bismillahirahmanirahim..
Untukmu para wanita sholehah yang cantik juga diberi banyak kecukupan… seandainya datang kepadamu lelaki baik, yang tidak tampan, kulitnya hitam, yang miskin namun hatinya terus berserah diri kepada Allah, datang kepadamu untuk meminta kamu jadi istrinya, apakah kamu akan menerima pinanganya? atau kamu akan dengan keras menolaknya??

Seandainya juga datang pula sesorang yang kaya raya, pekerjaan tetap juga tampan datang pula melamarmu? siapa diantara kedua pria itu yang akan kamu terima lamaranya… si kayakah atau si miskinkah? tanpa kamu jawab, maaf jika tidak sesuai…namun yang aku perhatikan jika melihat realita seperti sekarang ini, mungkin kamu akan lebih memilih si kaya, yach itu wajar. siapa yang ingin hidup menderita? itu pertanyaan yang kadang menyakitkan? menyakitkan buat si miskin.. sungguh kasian orang yang serba kekurangan dalam hidupnya… dimana-mana selalu diacuhkan, omongannya tidak didengar, apalagi pinannganya pasti sering ditolak, duhai para wanita muslimah yang sholeh. semoga engkau bisa melihat apa yang seringnya tidak bisa dilihat mata, padang didunia ditempuh dengan jalan kaki, sedang padang diakherat ditempuh dengan jalan hati…semoga kamu bisa melihatnya…

Minggu, 13 Mei 2012

Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan

Sama-sama di PHK, si A terus meratapi nasib, si B malah jadi petani sukses. Sama-sama miskin, si A menjadi minder, si B aktif bermasyarakat. Sama-sama disakiti, si A tak mau berteman lagi, si B malah jadi banyak teman.

Setiap hari orang berhadapan dengan aneka masalah baik masalah ekonomi (kenaikan harga – harga, bbm, dll), keluarga (pertengkaran atau perselisihan), sekolah (gagal ujian, dimarahi guru, dll), ataupun masalah pekerjaan (tugas belum tuntas, gagal bekerja, dll).

Banyak juga yang menghadapi masalah berat yang menimbulkan perubahan dalam hidup, sebut saja penyakit yang parah (stroke, kanker, dll), bangkrut, atau kematian orang yang dicintai.

Masalah dapat sama tetapi sikap dan tanggapan orang terhadap masalah dapat berbeda...akibatnya pengaruhnya pada diri orang juga berbeda. Ada yang menyenangkan (membawa manfaat positif untuk pengembangan pribadi maupun orang lain) dan ada yang tidak menyenangkan (merugikan diri dan orang lain)

Sikap Positif
Seorang psikolog bernama Kobassa menemukan 3 sikap positif yang sangat mendukung kesehatan pribadi, yaitu:
  1. Kontrol, yaitu orang yang memiliki keyakinan bahwa dirinya dapat menjadi penentu nasibnya sendiri. Cara pandang ini menyehatkan karena orang tidak mudah menyalahkan orang lain, situasi atau Tuhan untuk kegagalan atau masalah-masalah yang dialami. Untuk setiap peristiwa baik itu yang menyenangkan ataupun yang menyusahkan orang dengan keyakinan kontrol yang tinggi ini cenderung akan melakukan refleksi atau introspeksi diri. Dengan refleksi, orang dapat belajar dari pengalaman-pengalaman hidupnya sehingga pengertiannya akan terus bertambah untuk menghadapi masalah-masalah kehidupan.

Kata Motivasi (Episode 2)

Perjalanan hidup memanglah tak selalu dlm kesenangan atau bahagia, pasti akan ada rintangan dan cobaan yang silih berganti dlm menggapai kemenangan cinta.

‎”Pengetahuan ditingkatkan dgn belajar; kepercayaan dgn perdebatan; keahlian dgn latihan & cinta dgn kasih sayang.”

‎”Tiada siapa paling pandai & paling bodoh di dunia ini krn setiap yg pandai itu boleh mjd bodoh & setiap yg bodoh itu boleh mjdi pandai.”
Hidup memanglah penuh dengan Pilihan, maka pilihlah yang menurut kalian itu yg terbaik lalu pertahankan…!

Tidak ada yg bisa membantu ketenangan jiwa selain dari diri sendiri. (G.Chr.Lich-tenberg)

‎”Janganlah mencari Tuhan karena anda membutuhkan jawaban. Carilah Tuhan karena anda tahu bahwa Dia lah jawaban yang anda butuhkan.”

Manusia menangis itu adalah hal wajar, karena bila dia menangis sesungguhnya dia memiliki hati dan tangisan itu yg akan coba merubah penderitaannya.

Sudahkah Anda Menjadi Orang Kaya?

Apakah Anda orang kaya atau miskin? Bagaimana cara mengukur diri Anda, masuk kategori orang kaya atau miskin? Gampang. Berikut ini adalah indikasi2 yang bisa membuktikan bahwa Anda adalah orang kaya. Jika Anda tidak merasa memiliki indikasi di bawah ini, berarti Anda masih hidup dalam taraf kemiskinan:

1. ORANG KAYA BISA MEMBERI
Seseorang bisa dikatakan kaya kalau sudah bisa memberi. Mengapa? Logikanya gini : orang kaya hartanya sudah terlalu banyak dan dia sering bingung harus taruh di mana. Daripada mubazir, tercecer-cecer, rusak dimakan tikus, atau bahkan dicuri orang, mending berikan saja pada orang yang membutuhkan. Nilainya tidak masalah. Mau kasih orang Rp. 100 perak atau Rp. 100 ribu. Pokoknya siapapun yang bisa memberi, dia SUDAH PASTI ORANG KAYA.

2. ORANG KAYA TIDAK REWEL
Kembalian dari toko kurang Rp 50 perak? Pelayan di restoran jorok? Pakaian pramusaji nggak rapi? So what? Pada dasarnya, ketika Anda membeli sesuatu, pergi ke restoran, ke hotel, atau ke mana pun, dan ada orang yang “melayani” Anda, logikanya orang itu punya posisi di bawah Anda (namanya juga pelayan). Jadi sangat tidak wajar kalau kita menuntut orang yang melayani kita itu haruslah orang yang sangat rapi, sangat sopan, cerdas, dan perfeksionis. Bayangkan pembantu di rumah Anda jauh lebih rapi, lebih sopan, dan lebih pintar daripada Anda. Gimana perasaan Anda? Bisa-bisa, teman-teman Anda mengira Andalah pelayannya, bukan Tuannya. Karena itu, kalau pelayan yang melayani Anda nggak rapi, toko yang Anda kunjungi lusuh, pegawai toko tidak tersenyum pada Anda/jutek, atau pramusaji lupa/kurang mengembalikan uang belanjaan Anda, Anda cukup tersenyum pada mereka. Nggak apa-apa, itu adalah hal wajar, karena mereka ada untuk melayani Anda. Dan seorang pelayan tidak harus lebih baik daripada Anda.

Jumat, 11 Mei 2012

Sandaran Masa Depan

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”

Kesempurnaan Hidup

Cerita ini diilhami oleh seorang ayah yang sangat arif dan bijaksana. Etah itu benar atau tidak tentang kisah ini, saya sendiri tak tau.

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sesuatu Yang Kamu Benci Bisa Jadi Baik Bagimu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah:216).
Dalam ayat ini banyak tedapat hikmah, rahasia, dan kemaslahatan bagi manusia. Jika manusia mengetahui bahwa yang dibenci akan membawa kecintaan dan yang dicintainya akan membawa kebencian maka ia tidak takut menghadapi kesengsaraan dan tidak akan berputus asa jika dalam kemudahan terdapat sesuatu yang membahayakan yang tidak diketahuinya, sesungguhnya Allah mengetahui yang tidak diketahui manusia.

Selasa, 08 Mei 2012

Cintai Pekerjaan atau Mati Saja!


''Work is love made visible,And if you can not work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy. For if you bake bread with indifference, you bake a bitter bread that feeds but half man ’s hunger.
And if you grudge the crushing of the grapes, your grudge distills a poison in the wine.
And if you sing through as angels, and love not the singing, you muffle man ’s ears to the voices of the day and the voices of the night."
(Kahlil Gibran)

Kahlil Gibran menyatakan adalah lebih baik bagi Anda untuk meninggalkan pekerjaan yang tidak Anda cintai dan duduk digerbang kuil dan mengambil sedekah dari mereka yang bekerja dengan sukacita ''

Mencintai pekerjaan,dan menjalaninya dengan ringan membawa kita pada siklus hidup yan indah. Namun Bila kita tidak mencintai dan menikmati pekerjaan, kita akan cepat lelah dan merasa bahwa waktu berputar demikian lama sehingga rasa bosan dan jenuh akan mudah hinggap sehingga tidak membawa hasil maksimal. Hari yang terlewati bagaikan menghabiskan waktu di penjara, menanti waktu di cabut nyawa.

Kisah Aku dan Keong


Ini adalah sebuah kisah motivasi,dan Kisah Renungan bagi kita,semoga membawa kebaikan bagi kita . Lest check this story...

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, Keong sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit. Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga...'' Aku menariknya, menyeret,bahkan menendangnya, Keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal,merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan? Ya Tuhan! Mengapa? Namun Langit sunyi-senyap...